KillingMeInside - Forever

Aku sendiri dikeramaian

Posted by Faris Febriza Sabtu, 23 November 2013 2 komentar
Aku tahu, ya aku tahu. Itu kata yang sangat pantas. Aku dikelilingi oleh banyak jiwa yang masih di dalam raganya menyatu dan tak ingin lepas. Tapi aku merasa kerap hanya ada raga disekelilingku, entah mengapa?
Selalu aku tanya dan terus aku tanya. Aku merasakan hampa, hampa dalam banyaknya raga yang mengitariku. Aku ibarat batu kecil diantara batu besar. Tak terlihat, tak diperdulikan.

Aku kerap merasakan sendiri di dalam keramaian. Musik. Ya itu adalah teman sejatiku, dengan ditemani headset yang menyumpal di telingaku. Alunan musik yang kerap menghiburku dikala aku bernafas tanpa udara, disaat aku melihat tanpa mata dan disaat aku berjalan tanpa kakiku.

Namun, ini kenyataan yang harus aku jalani. Aku selalu merasa sendiri, merasa sepi, sunyi berdebu tinggal menunggu waktu. Aku ingin keadaan ini berubah. Berubah membuatku penuh lagi. Bukan hanya dikelilingi oleh raga tapi oleh jiwa yang bersahaja.

Ini membuatku berfikir. Apakah ini titik jenuh dalam hidupku? jika aku ingin keluar dari titik jenuhku aku harus melakukan yang belum pernah aku lakukan. Tapi, itu sangat bertentangan dengan hati kecilku. Malaikat disampingku selalu membisikanku agar tidak melakukan itu. Namun, setan tanpa menyerah terus menyemangatiku untuk melakukan apa yang seharusnya aku tidak lakukan.

Tuhan, bantu aku keluar dari semua ini. Bantu aku keluar dari permasalahan ini. Permasalahan yang kian terbawa dalam mimpi dan berubah menjadi lamunan tanpa imajinasi.

Pikiranku melayang, entah kemana berlabuhnya. Aku ingin merasakan ramai itu nyata bukan sebaliknya. Aku sendiri dalam keramaian.

Tuhan bantu aku, bantu aku menyelesaikan ini. Bantu aku dewasa. Untuk mengetahui mana betul dan mana salah. Aku tak ingin terus dibujuk oleh musuhmu yang kian hari kian waktu terus di sampingku. Serasa tanpa henti membujukku. Tanpa lelah Membisakanku.

-FarisFebriza-
Read More..

-Rasa Yang Sama Telah Hadir-

Posted by Faris Febriza Jumat, 22 November 2013 2 komentar
              Tuhan, aku merasakannya lagi. Aku merasakan rasa yang sudah lama tak aku rasakan. Membuat Hatiku berdebar lebih cepat dari biasanya, lidahku menjadi kaku tak biasanya.
Bayanganya tak lepas dari sudut mataku yang sudah terpejam. Namun, bayangan kian jelas dan kian nyata hadir dalam khayalanku. Senyumnya dan tawanya kian jelas nyata hadir mengitari isi kepalaku. Kini malamku tak lagi tenang, kini lamunannku tak lagi sepi. Selalu ada bayangnya yang seakan tersenyum kepadaku.

             Sebelum bertemu dengannya sudah aku siapkan begitu banyak kata dan tingkah untuknya. Namun, saat aku melihatnya dan mendekatinya kata dan tingkah itu seperti luntur entah kemana perginya. Hilang tak berjejak dan tak berbekas. Hingga, aku hanya bisa memandangnya dari jauh dan menghayalkan, suatu saat kata dan tingkah itu tak lagi hilang saat aku bersamanya.

            Saat berjumpa dengannya, ingin hatiku menyapanya. Namun, apa daya malu ini kian beribu-ribu kali menebal. Mengurungkan niatku. Menguburkan Khayalannku.

             Tuhan, tapi aku takut. Takut untuk memiliki rasa cinta ini kembali. Aku takut membuat luka baru. Luka lamaku belum kian sembuh, masih terasa sakit karna luka ini. Aku takut membuat luka ini menjadi lebih besar dan lebih sakit. Namun, disatu sisi aku ingin menyembuhkan luka ini. Aku ingin mengeringkan luka dalam ini. Luka yang terus membuatku tak bisa berpijak dalam daratan dan hanya melayang-layang dalam angan semu yang terus di sampingku, mengintaiku,mengawasiku dan tak mau meninggalkan aku sedikitpun.

              Sudah lama. Iya, lama sekali bisa aku sebut begitu. Namun, aku hanya bisa menyembunyikan perasaanku ini. Aku harap, suatu saat atau kapanpun itu engkau tahu. Kau mengerti dan akhirnya kau paham.


             Mungkin aku hanya terlalu banyak berharap. Terlalu banyak mengira dan terlalu banyak untuk bermipi bisa di sampingmu.

       Mungkin lirik lagu dari KillingMeInside sedang terasa pada dengan hatiku saat ini.            

Di saat semua terasaHilangkan rasa yang telah adaLalu ku sadari hanya kaulah di hatikuYang membuat hariku selalu terasa (berwarna)
Memandang indah wajahmu buatku bahagiaKu berikan hatiku ini hanya untukmu selamanya
Ku tahu takkan pernah mudah (tak ada yang mudah)Lalui semua bersamaLalu ku sadari hanya kaulah di hatikuYang membuat hariku selalu terasa (berwarna)
Memandang indah wajahmu buatku bahagiaKu berikan hatiku ini hanya untukmu selamanya
Memandang indah wajahmu buatku bahagiaKu berikan hatiku ini hanya untukmu selamanya
Memandang indah wajahmu buatku bahagiaKu berika hatiku ini hanya untukmu slamanya

Lalu ku sadari hanya kaulah di hatiku untuk sekarang dan dengan hanya memandang wajahmu membuatku bahagia.
-Faris Febriza-



Read More..

-Terima Kasih-

Posted by Faris Febriza Rabu, 20 November 2013 3 komentar
Terimakasih
ya, terimakasih itu kata yang pantas aku ucapkan untukmu. Terima kasih untuk mengajarkanku betapa indah dicintai dan betapa sakit disakit. Ingin melawan semunya kenyataan. Tapi, harapan tinggal harapan.

Sesalku saat dewasa, tak ingin aku mendapatkan sebuah kesempatan dalam hidup seperti ini. Tuhan aku tak ingin mersakan cinta apa bila harus sakit. Aku ingin kembali ke masa kecilku, masa indahku saat aku masih dalam timangan papa dan mamaku. Saat aku menangis mengingkan sebuah mainan. Saat aku masih berlari-lari bebas tanpa beban. Tidak memikirkan masalah hati yang sekarang sangat menyiksa batinku.

Apa ini sebuah takdir yang harus aku lawan. Apa ini adalah sebuah takdir yang harus aku jalani?
Menangisi sesosok wanita yang telah pergi dengan luka di hati. Ingin rasa menghapuskan rasa itu tak semudah membalikan telapak tangan. Aku ingin semua ingatan ini hilang, hilang dari bayangannya, hilang dari senyumnya yang masih menghiasi disetiap lamunannku. Bukan aku menyesal, Bukan aku menyelahkan. Tapi hati tak bisa dibohongi. Rasa sakit yang dalam, telah membekas dan tak akan pernah hilang.

Aku ingat saat dulu, Aku ingin saat bersama namun itu hanya ingatan yang berusaha aku hilangkan aku lenyapkan aku musnahkan. Tak ingin ada lagi dalam benakku senyummu.

Tapi, terimakasih kau telah hadir sejenak membawa cahaya walau kau tinggalkanku dalam gelap.

Sebuah rahasia mungkin adalah lagu yang pas untuk perasaanku saat ini. Semoga ini terakhir dalam hidupku dan terakhir dalam hidupmu.

Beranjak dan berjalan ke depan basuh air mata
Dan cerita saatnya melupakan
Jam berhenti di dua belas ku habiskan gelas demi gelas
Membuat pahit sisa yang manis sampai akhirnya ku lupa

Reff:
Dan kau percaya tak ada yang lebih baik dari ini
Apanya yang bahagia dan ku tertawa
Tak akan ada cerita dalam (sebuah rahasia)
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti dan ingatlah sejenak coba tetap berdiri tegak
Dan membakar semua kenangmu
Berhenti menangis dan ini yang terbaik dan teruslah melangkah
Dan saat dunia berpaling darimu tengoklah ke arah lain
Repeat reff
Kalau bisa ku ulangi cerita kita akan berada
Di tempat pertama kita berjumpa tak akan ada
Ku di sini dan mencari kau di sana menunggu
Untuk ditemukan, untuk ditemukan
(dan kau percaya tak ada yang lebih baik dari ini apanya yang bahagia)
Dan ku tertawa (tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia)
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini
Keringkan semua luka (pergilah saja)
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti menangis dan ini yang terbaik dan teruslah melangkah
Dan saat dunia berpaling darimu berlarilah karena kau akan ku lupakan


Saatnya kau aku lupakan. Saatnya aku mulai kembali tegak. Saatnya Aku membuat pahit sisa yang manis. Hingga akhirnyaku lupa.

_Pujangga Saturnus
Read More..

-Sahabat-

Posted by Faris Febriza 4 komentar
Awalnya aku tak mengenalmu
Awalnya aku kira tak sedekat ini

Rasa  senang mulai datang
Rasa bahagia menyelimuti
Aku tak sepi
Aku tak sunyi

Datang banyak cahaya dan alunan musik dalam hidupku
Hilangkan kabut pekat di hati

Tapi, kini sudah tak dulu lagi
Kenyataan ini menenggelamkanku
Riak perasaan mengikisku
Seakan menghancurkanku














Aku ingin kembali masa dulu
Saatku mempunyai pelita kehidupanku
Lentera pelawan gelap
Obat untuk pelipur lara
Sahabat.
Read More..