CATATAN KECIL PENGEMBARA CINTA
Minggu, 28 Desember 2014
0
komentar
Hello kawan, akhirnya setelah negara api dan negara air berdamai gue bisa posting lagi #Apazeeeh! #Wadeziiig .
oke disini gue mau ngepost, sebenernya sih ini buat lomba tp gak lolos huhuhuhuh :"( yaudah langsung aja deh hehe selamat membaca :D
oke disini gue mau ngepost, sebenernya sih ini buat lomba tp gak lolos huhuhuhuh :"( yaudah langsung aja deh hehe selamat membaca :D
Terkadang jika kita berbicara tentang jodoh atu tentang pasangan hidup itu sangat mengasyikan. Terlebih jika kita membayangkanya. Sering saya dalam lamunan malam membayangkannya, saat saya bersanding dengan teman hidup saya, dan saya menghalalkan pada hari itu dan saya berkata pada orang tuanya
“Ayah, ibu. Hari ini aku minta izin untuk menjaga buah hatimu, buah hati yang sudah kalian rawat dari dia belum mengenal apa-apa sampai menjadi malaikat tak bersayap seperti ini. Dan izinkan aku meneruskan untuk menjaga dan mendidik buah hati kalian dengan semua rasa tanggung jawabku untuk membahagiakannya”
Lalu memulai cerita hidup dimana kita sama-sama menuliskan tinta warna-warni disisa hidup kita. Lalu kita mempunyai beberapa anak yang teramat lucu, lalu anak itu beranjak dewasa dalam himpunan kasih sayang orang tuanya, lalu kami melihat anak itu sukses dan akhirnya meninggalkan kami satu persatu dan hanya menyisakan kami berdua lagi di dalam rumah, menghabiskan sisa masa tua kami sampai akhirnya salah satu dari kami izin pergi lebih dahulu dan saling meninggalkan menuju sang pencipta. Dan pada akhirnya keduanya pergi dan kelak bertemu di surga nanti. Memang indah jika dibayangkan seperti itu. Disaat pagi datang di atas kasur kita tak lagi sendiri, ada yang bisa di ajak tertawa dan saat malam tiba saat aku menangis tak hanya lantai dan sajadahku yang menemaniku tapi kini ada pundak pasangan kita dan ada yang siap menghapus air mata kita disaat itu menetes, dan ada yang membasuh kita dengan semangat ketika kita sudah lelah dengan hidup yang terkadang suka tidak adil. Dan suka menyebalkan.
Tapi, sebuah pertanyaan besar. Apakah pasangan kita akan seperti yang kita harapakan? Apakah pasangan yang menemani kita itu bisa satu jalan? Terkadang pertanyaan seperti itu sering bergelantungan di dalam pikiranku. Disaat aku memikirkan itu terasa ada yang hilang dalam semangatku. Tapi, untukku itu adalah masa yang akan datang. Tugasku sekarang ada bermimpi agar aku bisa berlatih untuk masa depanku dalam anganku.
Lalu, apakah jodoh itu harus dicari atau datang sendiri?
Sebuah pertanyaan kembali, jodoh itu adalah rezeki dari Tuhan yang maha esa. Rezeki itu menurutku susah jika dicari, sebuah pemikiranku adalah jika mencari rezeki itu seperti kita berjalan lalu kita berharap menemukan uang yang terjatuh atau barang berharga lainnya. Tapi untukku, rezeki itu tidak perlu mencari. Rezeki itu sudah ada dan cara kita mendapatkannya dengan cara kita menjemputnya bukan mencarinya. Jika kita mencari belum tentu menemukan, namun jika kita menjemput sudah tentu sesuatu itu sudah ada.
Terkadang dalam hal ini aku sering kali merasan sesuatu hal yang tidak aku tunggumalah aku temukan dan sesuatu yang hal aku tunggu malah itu tidak kunjung datang. Sama seperti jodoh. Terkadang seseorang yang kita tunggu tak kunjung datang, namun seseorang yang tidak aku tunggu justru iya datang. Ah memang menyebalkan hal seperti ini.
Lalu, dalam agamaku pacaran itu tidak boleh. Aku memang teguh prinsip ini.lalu sebuah pertanyaan besar kembali muncul dari temankku.
“benar gak sih kalau yang pacaran itu sayang sama pasangannya?”
Aku dengan lantang mengatakan
“jika ada pacarnya yang mengatakan ia sayang bahkan teramat sayang terhadap pasangannya, itu adalah sebuah kebohongan besar.”
Kenapa demikian? Karna, jika memang benar ia sayang ia tidak akan pernah memacarinya. Karna jika ia memacarinya sama saja ia mengajak pasangannya untuk mencicipi api neraka. Masih dibilang sayang?
Lalu tak hanya si pasangan, si orang tua dari pasangan ini juga mendapatkan siraman api neraka karna si anaknya ini pacaran, masih dibilang sayang? Terus letak sayangnya dimana?
Sebenarnya jika pacaran itu lebih benar sayang atau hanya sekedar nafsu yang gerah akan media televisi yang menceritakan kehidupan remaja yang penuh dengan kasih sayang dengan cara pacaran?
Lalu, kalau pacarnya ngelarang ini lah, gak boleh itu lah terutama sama yang perempuan. Kalian tanyakan dulu
“kamu mau nikahin aku gak?”
Karna orang yang berpacaran notabennya adalah coba –coba dan artinya dia tidak serius, karna kalau dia serius tak mungkin ia pacaran.
Saya pun pernah merasakan indahnya jatuh cinta, indahnya melihat senyum wanita yang sayang sukai. Tapi saya berkata
“setelah aku lulu dari kuliah nanti, aku langsung temui ayah kamu untuk melamar kamu. Itu juga kalau kamu mau menunggu aku”
Nah, itu yang namanya pemberani, cowok yang gentle seharusnya seperti itu. Bukan malah di pacarin anak orang, nanti kalau kenapa-kenapa emang berani tanggung jawab? Emang berani kalau kenapa-kenapa disalahkan? Pasti nggak mau.
Sebuah ironi besar, pacaran adalah hal yang sudah lazim di Indonesia, padahal dulu itu pacaran adalah hal yang sangat tabuh bagi lingkungan saya. Tapi, ya inilah kesalahan yang dilakukan berulang-ulang secara terus menerus akan menghasilkan sebuha kebenaran.
Tapi kalau dengan pacaran yang notabennya Tuhan melarang tapi masih saja di lakukan, muncul lagi suatu pertanyaan
“Tuhan aja gak mau sayang sama dia, apa lagi kamu?”
Karna kita mendengar perintah sang pencipta saja tidak mau, lalu bagaiman kita mau melangsungkan hidup.
Sebuah proses yang tidak baik biasanya menghasilkan hasil yang tidak baik juga. Kenapa banyaknya yang selingkuh? Tanyakan dulu pada pasangan anda
“Punya mantan berapa?”
Semakin banyak punya mantan, otomatis semakin banyak kenangan yang tersimpan, dan bisa saja kenangan itu kembali muncul menghadirkan sebuah kisah lama yang terulang kembali. Dan bisa saja pasangan anda kembali kepada mantan anda.
Lalu jika pasangan anda berkata
“aku sudah lupain dia kok, aku sayangnya sama kamu”
Pertanyaan kembali, yakin hatinya berkata seperti itu. Dan yakin itu baru pertama kali di ucapkan kepada anda? Bisa saja anda adalah orang yang kesekian kali dikatakan seperti itu, dan pada akhirnya anda hanya tinggalkan rasa sakit hati yang dalam dan penyesalan yang ujungnya amat pahit dan getir rasanya.
Jadi, jika kita ingin mendapatkna pasangan hidup yang baik nantinya, maka dari sekarang mulai lah proses yang baik. Karna dalam suatu hubungan itu Tuhan tidak menilai dan melihat hasilnya tapi tuhan itu melihat proses untuk mencapai sebuah hasil itu.
Dan biasanya jika suatu hubungan proses itu baik, jarang sekali hasilnya itu mengecewakan dan malahan lebih bertahan lama.
Karna benar kata pepapatah.
“apa yang kamu tanam sekarang maka kelak itu yang akan kamu petik dikemudia hari”
Jika kalian menamkan proses yang baik untuk masa depan dan pasangan hidup anda maka bersiaplah untuk berbahagia memetik hasil dari proses baik anda.
Jadi jangan menyesal untuk mengadaikan masa depanmu dengan kesenangan semata karna tinta yang kita pakai dalam hidup kita adalah tinta permanen dan tidak bisa untuk dihapus jika kita sudah mencoretkannya, karna kesenangan yang hakiki dalam berpasangan ketika nanti tak ada lagi atap dan tembok yang memisahkan, tak ada lagi angan lagi untuk mencium keningnya dengan kasih sayang. Karna sudah hidup dalam bahagia dan dalam satu rumah yang disebut dengan “pernikahan”
@ask.fm/FebrizaOfficial
@Farisfebriza




