KillingMeInside - Forever

AH, SIAL! JATUH CINTA INI MENGACAUKAN SISTEM SARAF PUSAT KU "BAGIAN I"

Posted by Faris Febriza Minggu, 19 Juni 2016 1 komentar
AH, SIAL! JATUH CINTA INI MENGACAUKAN SISTEM SARAF PUSATKU (Secret admirer syndrome)


(Oleh: Faris Febriza)


BAGIAN I

Pagi ini suasan baru, putih abu sudah aku tinggalkan, sekarang berganti dengan sebuah baju bebas dengan kebebasan yang banyak diusung sekelompok orang bernama “mahasiswa”. Tepat, senin  14 September 2015 petulangan baru akan dimulai, semua ruang dan waktu yang berbeda menuntun adaptasi sedini mungkin. Fakultas kedokteran, ya  itu yang menjadi hutanku sekarang, dengan cerita segudangan kengerian di dalamnya, dan betapa kerasnya system pembelajaran di dalamnya.
Seperti pada umumnya, mahasiswa-mahasiswa baru saling berkenalan satu sama lain, ada yang coba mengamati bentuk tubuh teman barunya dari atas hingga ke bawah, ada yang masih susah beradaptasi dan hanya memilih sendiri. Jam 8.00 wib kami dikumpulkan oleh kakak dan abang senior di suatu aula untuk memulai acara formalitas yang menurutku itu hanya sebagai pemborosan hidupku saja, ya mau gimana lagi, toh ini namanya hidup hehehe.
Aku bergabung di dalam kelompok satu bernomorkan absen 1-51 duduk paling pojok  aula, dibalik tiang penyangga dengan niat agar saat tidur tidak ketahuan. Ah sial, namanya senior pasti saja mengawasi kami seperti guru pengawas UN yang dibayar sekolah dulu.
Sesi demi sesi aku lewati dengan terpaksa, karena buatku semua formalitas itu adalah pemborosan nafas yang membosankan. Tiba, di satu sesi Tanya-jawab antara pemateri dan mahasiswa baru.
“Baik adik-adikku semua, ada yang ingin bertanya”
Aku melihat ada dari barisanku ada yang mengacungkan tangan dan berdiri.
“Saya ingin bertanya, $%$@#%$#%#%#$” (lupa dialog).
Yang bertanya adalah seorang gadis yang tidak terlalu tinggi perawakannya, rambut sebahu dan aku tidak terlalu perduli, apa lagi sama pertanyaannya yang membuat aku semakin ngantuk dibuatnya. Sedap! Waktu pulang sudah tiba, ini lah saatnya aku keluar dari kejenuhan ini, dan aku sadar masih ada tiga hari lagi. Ya, lebih baik aku cepat pulang untuk bias menyiapkan mental menghadapi esok pagi.
                Rembulan datang dan mentari dating dengan begitu cepat, seperti tidak memiliki perasaan atau mungkin memang tidak memiliki perasaan. Mereka nampaknya bersekongkol untuk membuat hari yang menjenuhkan ini dating (lagi) . oke, kemeja putih dan celana hitam bahan (pakaian wajib MaBa) menjadi custom  hari ini. Aku sampai di kampus jam 7.45 wib, dan aku melihat gadis yang kemarin bertanya baru turun dari mobil, nampaknya ia diantar. Entah sama siapa. Dan, aku tidak perduli.
Pukul 8.00 sudah datang, ya artinya ini adalah gerbang kebosanan datang lagi, aku mencoba mencari tempat duduk yang lain dari kemarin, dengan harap agar tidak terlalu jenuh seperti kemarin. Aku pilih, barisan kedua dari depan. Sebelah kananku cowok, anak majalengka, anak pengusaha yang cukup sukses. dan sebelahku anak perempuan yang aku taksir dia adalah orang jawa, dan aku gak tau lagi tentang dia, karena sifatku terhadap wanita memang dingin. Oke, sesi acara pun dimulai, ternyata
Ada satu tugas, dan tugas itu membuat buku bersampulkan hijau, dengan mengisi biodata pribadi lengkap dan foto 3x4 pada sampulnya, dan tidak berhenti sampai disitu. Mahasiswa baru disuruh untuk meminta 20 tanda tangan senior, 20 tanda tangan dosen, dan  tanda tangan mahasiswa baru beserta alamat, tempat dan tanggal lahir, asal sekolah, dan nomor HP. What the…. Tugas macam apa ini, dan total angkatanku 183 kepala, dan itu artinya aku harus meminta 183 biodata mereka beserta tanda tangannya. Oh semesta, apa ini cara kamu untuk mengospek anak seperti aku? Dan, aku kira tugasnya hanya itu, ternyata TIDAK! Kami disuruh untuk menghafalkan 183 nama mahasiswa baru dalam tempo 3 hari, 
“adduuuuh, ngafalin nomor HP nyokap aja butuh 3 minggu, ini 183 nama dalam 3 hari” gumamku dalam hati.
Ya, seperti yang diusung dalam senior-junior di kampus ini adalah reward and punishment jadi, kalau kita tidak bisa menyelesaikan tugas dengan benar maka akan mendapatkan hukuman. Dan, seluruh mahasiswa baru di ruangan itu bergumam, ada yang mencaci, ada yang jengkel, ada yang biasa saja, ada yang tidur, dan yang berulang kali memegang kepalanya yang botak dan macam-macam ekspresi saat itu. Ya, tapi untuk aku menyukai hal yang bersifat tantangan maka akan aku terima, walau malas juga sih hehe.
Oke, akhirnya ada satu sesi game pada saat itu, yang memimpin adalah game itu adalah senior
“ya, adik-adik sekarang akan gue adakan permainan. Nah, tujuan permainannya itu adalah untuk kalian bias menghafal satu angkatan kalian”
Ya menurut gue ini game yang seru
“jadi gini, kalian maju satu persatu dan menyebutkan nama kalian dengan … selamat pagi teman-teman perkenalkan  nama saya Melati, lalu dilanjutkan orang kedua, selamat pagi teman-teman hai melati, nama saya anggrek. Lalu dilanjutkan orang ketiga. Selamat pagi teman-teman, hai melati,hai Anggrek perkenalkan nama saya Tulip. Dan seterusnya”
Dan seketika permainan ini menjadi permainan horror buatku, aku harus menghafalkan nama-nama temanku yang sudah maju, dan aku orangnya kurang jago untuk menghafal seketika, jadi aku langsung keluarkan buku catatan dan langsung mencatat nama orang yang maju.
“Baik permainan kita mulai ya adik-adik”
Dan, 10 orang sudah maju dan berhasil menyebutkan nama teman-teman baru di depan. Ternyata, aku ada di urutan 13 dan aku semakin keringat dingin menunggu giliranku maju.
“jangan sampaii kebagian” aku berdoa
Dan, saat orang ke dua belas maju, DOR! Dia lupa dan aku langsung menghela nafas panjang, karena permainan hangus dan diulang dari orang lain di barisan lain. Oke, sekarang permainan dilanjutkan. Namun, mulai dari kelompok 3 barisan paling belakang. Dan, aku santai saja. Karena, aku yakin sebelum giliranku, pasti saja banyak yang lupa nama teman-temannya.
Setengah jam berlalu, setengah jam pula jantungku dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah keseluruh tubuh akibat adrenaline ku meningkat.
Jam istirahat tiba,aku segera menghafalkan nama-nama teman di kelompokku. Dan, sekarang aku tahu nama gadis itu. Sebut saja mawar. Ya, aku tidak berkenalan secara langsung. Aku hanya melihat nametag  yang ia pakai, karena setiap mahasiswa wajib memakai nametag. Ya, jadi aku hanya sebatas tahu namanya. Ya, jadi mungkin tidak tahu namaku juga. Ah, yaudah lah, untuk apa juga dia tahu namaku, pikirku saat itu.
Semua berjalan dengan normal, tidak ada yang aneh, semua berjalan seperti seharusnya. Jam pulang sudah datang, aku siap pulang dan sesi terakhir hari itu adalah doa sebelum pulang. Oke, berdoa sudah selasai. Aku langsung keluar aula dan aku melihat si mawar naik mobil yang sudah terparkir di depan gedung FK, nampaknya ia dijemput oleh orang tuanya.
Tunggu…..
Kok….
Jadi merhatiin begini…
Oke, aku langsung ke halte. Karena aku menggunakan kendaraan umum untuk pulang dan pergi, ya karena tidak terlalu jauh juga rumahku dengan kampus. Jadi aku lebih memilih pergi-pulang ketimbang jadi anak kosan.
Oke, sekarang saatnya mencari sampul hijau dan mencari foto-foto semasa SMA yang mungkin masih tersisa.
Oke, semua biodata sudah ditulis semua kolom untuk tanda tangan sudah aku siapkan. Semua aku masukan ke dalam tas, karena takut tertinggal besok paginya.
“ah, kayaknya besok bakal jadi hari yang melelahkan” ujar dalam hati
Jam menunjukan pukul 12.10 wib, Nampak insomnia ini datang lagi, aku bukanlah pecandu obat golongan hipnotik (obat tidur) tapi, kayaknya beberapa milligram dosis bias membuatku tidur malam ini. Yaudah aku telan 0,5mg obat dari golongan Benzodiazepin. 
Terima kasih, selamat tidur.


KRITIK DAN SARANNYA DITUNGGU :)
Email : farisfebriza@gmail.com
Line: farisfebriza

(BESAMBUNG)
Read More..