KillingMeInside - Forever

AH, SIAL! JATUH CINTA INI MENGACAUKAN SISTEM SARAF PUSAT KU "BAGIAN I"

Posted by Faris Febriza Minggu, 19 Juni 2016 1 komentar
AH, SIAL! JATUH CINTA INI MENGACAUKAN SISTEM SARAF PUSATKU (Secret admirer syndrome)


(Oleh: Faris Febriza)


BAGIAN I

Pagi ini suasan baru, putih abu sudah aku tinggalkan, sekarang berganti dengan sebuah baju bebas dengan kebebasan yang banyak diusung sekelompok orang bernama “mahasiswa”. Tepat, senin  14 September 2015 petulangan baru akan dimulai, semua ruang dan waktu yang berbeda menuntun adaptasi sedini mungkin. Fakultas kedokteran, ya  itu yang menjadi hutanku sekarang, dengan cerita segudangan kengerian di dalamnya, dan betapa kerasnya system pembelajaran di dalamnya.
Seperti pada umumnya, mahasiswa-mahasiswa baru saling berkenalan satu sama lain, ada yang coba mengamati bentuk tubuh teman barunya dari atas hingga ke bawah, ada yang masih susah beradaptasi dan hanya memilih sendiri. Jam 8.00 wib kami dikumpulkan oleh kakak dan abang senior di suatu aula untuk memulai acara formalitas yang menurutku itu hanya sebagai pemborosan hidupku saja, ya mau gimana lagi, toh ini namanya hidup hehehe.
Aku bergabung di dalam kelompok satu bernomorkan absen 1-51 duduk paling pojok  aula, dibalik tiang penyangga dengan niat agar saat tidur tidak ketahuan. Ah sial, namanya senior pasti saja mengawasi kami seperti guru pengawas UN yang dibayar sekolah dulu.
Sesi demi sesi aku lewati dengan terpaksa, karena buatku semua formalitas itu adalah pemborosan nafas yang membosankan. Tiba, di satu sesi Tanya-jawab antara pemateri dan mahasiswa baru.
“Baik adik-adikku semua, ada yang ingin bertanya”
Aku melihat ada dari barisanku ada yang mengacungkan tangan dan berdiri.
“Saya ingin bertanya, $%$@#%$#%#%#$” (lupa dialog).
Yang bertanya adalah seorang gadis yang tidak terlalu tinggi perawakannya, rambut sebahu dan aku tidak terlalu perduli, apa lagi sama pertanyaannya yang membuat aku semakin ngantuk dibuatnya. Sedap! Waktu pulang sudah tiba, ini lah saatnya aku keluar dari kejenuhan ini, dan aku sadar masih ada tiga hari lagi. Ya, lebih baik aku cepat pulang untuk bias menyiapkan mental menghadapi esok pagi.
                Rembulan datang dan mentari dating dengan begitu cepat, seperti tidak memiliki perasaan atau mungkin memang tidak memiliki perasaan. Mereka nampaknya bersekongkol untuk membuat hari yang menjenuhkan ini dating (lagi) . oke, kemeja putih dan celana hitam bahan (pakaian wajib MaBa) menjadi custom  hari ini. Aku sampai di kampus jam 7.45 wib, dan aku melihat gadis yang kemarin bertanya baru turun dari mobil, nampaknya ia diantar. Entah sama siapa. Dan, aku tidak perduli.
Pukul 8.00 sudah datang, ya artinya ini adalah gerbang kebosanan datang lagi, aku mencoba mencari tempat duduk yang lain dari kemarin, dengan harap agar tidak terlalu jenuh seperti kemarin. Aku pilih, barisan kedua dari depan. Sebelah kananku cowok, anak majalengka, anak pengusaha yang cukup sukses. dan sebelahku anak perempuan yang aku taksir dia adalah orang jawa, dan aku gak tau lagi tentang dia, karena sifatku terhadap wanita memang dingin. Oke, sesi acara pun dimulai, ternyata
Ada satu tugas, dan tugas itu membuat buku bersampulkan hijau, dengan mengisi biodata pribadi lengkap dan foto 3x4 pada sampulnya, dan tidak berhenti sampai disitu. Mahasiswa baru disuruh untuk meminta 20 tanda tangan senior, 20 tanda tangan dosen, dan  tanda tangan mahasiswa baru beserta alamat, tempat dan tanggal lahir, asal sekolah, dan nomor HP. What the…. Tugas macam apa ini, dan total angkatanku 183 kepala, dan itu artinya aku harus meminta 183 biodata mereka beserta tanda tangannya. Oh semesta, apa ini cara kamu untuk mengospek anak seperti aku? Dan, aku kira tugasnya hanya itu, ternyata TIDAK! Kami disuruh untuk menghafalkan 183 nama mahasiswa baru dalam tempo 3 hari, 
“adduuuuh, ngafalin nomor HP nyokap aja butuh 3 minggu, ini 183 nama dalam 3 hari” gumamku dalam hati.
Ya, seperti yang diusung dalam senior-junior di kampus ini adalah reward and punishment jadi, kalau kita tidak bisa menyelesaikan tugas dengan benar maka akan mendapatkan hukuman. Dan, seluruh mahasiswa baru di ruangan itu bergumam, ada yang mencaci, ada yang jengkel, ada yang biasa saja, ada yang tidur, dan yang berulang kali memegang kepalanya yang botak dan macam-macam ekspresi saat itu. Ya, tapi untuk aku menyukai hal yang bersifat tantangan maka akan aku terima, walau malas juga sih hehe.
Oke, akhirnya ada satu sesi game pada saat itu, yang memimpin adalah game itu adalah senior
“ya, adik-adik sekarang akan gue adakan permainan. Nah, tujuan permainannya itu adalah untuk kalian bias menghafal satu angkatan kalian”
Ya menurut gue ini game yang seru
“jadi gini, kalian maju satu persatu dan menyebutkan nama kalian dengan … selamat pagi teman-teman perkenalkan  nama saya Melati, lalu dilanjutkan orang kedua, selamat pagi teman-teman hai melati, nama saya anggrek. Lalu dilanjutkan orang ketiga. Selamat pagi teman-teman, hai melati,hai Anggrek perkenalkan nama saya Tulip. Dan seterusnya”
Dan seketika permainan ini menjadi permainan horror buatku, aku harus menghafalkan nama-nama temanku yang sudah maju, dan aku orangnya kurang jago untuk menghafal seketika, jadi aku langsung keluarkan buku catatan dan langsung mencatat nama orang yang maju.
“Baik permainan kita mulai ya adik-adik”
Dan, 10 orang sudah maju dan berhasil menyebutkan nama teman-teman baru di depan. Ternyata, aku ada di urutan 13 dan aku semakin keringat dingin menunggu giliranku maju.
“jangan sampaii kebagian” aku berdoa
Dan, saat orang ke dua belas maju, DOR! Dia lupa dan aku langsung menghela nafas panjang, karena permainan hangus dan diulang dari orang lain di barisan lain. Oke, sekarang permainan dilanjutkan. Namun, mulai dari kelompok 3 barisan paling belakang. Dan, aku santai saja. Karena, aku yakin sebelum giliranku, pasti saja banyak yang lupa nama teman-temannya.
Setengah jam berlalu, setengah jam pula jantungku dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah keseluruh tubuh akibat adrenaline ku meningkat.
Jam istirahat tiba,aku segera menghafalkan nama-nama teman di kelompokku. Dan, sekarang aku tahu nama gadis itu. Sebut saja mawar. Ya, aku tidak berkenalan secara langsung. Aku hanya melihat nametag  yang ia pakai, karena setiap mahasiswa wajib memakai nametag. Ya, jadi aku hanya sebatas tahu namanya. Ya, jadi mungkin tidak tahu namaku juga. Ah, yaudah lah, untuk apa juga dia tahu namaku, pikirku saat itu.
Semua berjalan dengan normal, tidak ada yang aneh, semua berjalan seperti seharusnya. Jam pulang sudah datang, aku siap pulang dan sesi terakhir hari itu adalah doa sebelum pulang. Oke, berdoa sudah selasai. Aku langsung keluar aula dan aku melihat si mawar naik mobil yang sudah terparkir di depan gedung FK, nampaknya ia dijemput oleh orang tuanya.
Tunggu…..
Kok….
Jadi merhatiin begini…
Oke, aku langsung ke halte. Karena aku menggunakan kendaraan umum untuk pulang dan pergi, ya karena tidak terlalu jauh juga rumahku dengan kampus. Jadi aku lebih memilih pergi-pulang ketimbang jadi anak kosan.
Oke, sekarang saatnya mencari sampul hijau dan mencari foto-foto semasa SMA yang mungkin masih tersisa.
Oke, semua biodata sudah ditulis semua kolom untuk tanda tangan sudah aku siapkan. Semua aku masukan ke dalam tas, karena takut tertinggal besok paginya.
“ah, kayaknya besok bakal jadi hari yang melelahkan” ujar dalam hati
Jam menunjukan pukul 12.10 wib, Nampak insomnia ini datang lagi, aku bukanlah pecandu obat golongan hipnotik (obat tidur) tapi, kayaknya beberapa milligram dosis bias membuatku tidur malam ini. Yaudah aku telan 0,5mg obat dari golongan Benzodiazepin. 
Terima kasih, selamat tidur.


KRITIK DAN SARANNYA DITUNGGU :)
Email : farisfebriza@gmail.com
Line: farisfebriza

(BESAMBUNG)
Read More..

Aku, dan kisah kecil malam ini

Posted by Faris Febriza Sabtu, 16 April 2016 1 komentar

Hmmm gak tau apa yang buat perasaan malam ini gak tenang, bukan tentang cinta. ini seperti tentang kebencian terhadap diri sendiri, ini tentang rasa takut. semua ini... arghh!! mau pergi jauh, tenang banyak orang yg bisa menghibur. gak mau dikamar untuk pertama kalinya...


andai........ ada yang bisa sedikit membuat ini lebih baik....
mungkin ada, tapi aku tidak sadar itu
mungkin itu ada, tapi aku tidak sadar itu
mungkin...


seperti burung yang baru belajar memakai sayapnya untuk terbang, bingung, gak tahu apa-apa takut jatuh dan terluka

persis!

.... bukann
.... bukan

ah, bukan juga!

tulisan ini penuh kemarahan, kebencian, ketidak tahuan, tulisan sebuah penyesalan.

mau tidur, dan berharap esok lebih baik.

tapi, ingin minum kopi sampai gak bisa tidur :(
mau duduk di depan rumah sampai ngantuk :(

tapi, di kamar sambil membuat tulisan ini mungkin terbaik

teriris tersayat mungkin itu majas hiperbola yang pantas mewakili perasaan malam ini.


benci dengan malam-malam seperti in, amat sangat tidak suka

entah untuk pertama kalinya atau bukan, butuh keramaian, butuh banyak orang, butuh banyak sosok, butuh semuanya.


terima kasih malam, semoga aku semakin bijaksana pada malam-malam selanjutnya :)



Ask.fm/FebrizaOfficial


Read More..

Semua Tentang Tulisan

Posted by Faris Febriza Kamis, 14 Januari 2016 0 komentar
Semua Tentang Tulisan
Oleh: Faris Febriza

Semua tentang tulisan
Tulisan bermakna hingga tak bermakna
Semuanya tentang kasih walau tak bertuan
Semua tentang waktu walau akan hilang

Tak lagi dapat menyapa
Tak lagi dapat menerka
Dan tak lagi dapat kembali

Kini hanya tinggal ini
Semuanya akan dikenang dalam coretan
Coretan usang hamba ini

Tapi, biarlah aku memilih
Cara yang tepat agar dapat dikenang
Dikenang dalam tulisan
Bukan tangisan
Read More..

Cinta dan Masalahnya

Posted by Faris Febriza Selasa, 12 Januari 2016 0 komentar
Cinta dan Masalahnya.
Oleh: Faris Febriza.

Oh cinta, kenapa kamu yang dikatakan sebagai penghibur hati seseorang justru sekarang menggangu hatiku? aku tidak sedang ingin merasakan cinta padanya saat ini. ini terlalu membingungkan. antara aku harus mencintai atau tidak mencintai.

oh cinta, lebih baik kamu pergi dahulu, mungkin kamu bisa beli martabak spesial sembari menunggu aku siap untuk bisa merasakan cinta kembali.

cinta tak semudah menulis c i n t a. tidak semuda itu. kamu harus tau, cinta. apakah kamu pernah merasakan cinta?

cinta, apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta? ah mungkin itu sudah sifatmu.

tapi, setahuku cinta itu bisa membuatku tak bisa tidur. tapi, sekarang aku tahu. saat esok sedang ada ujian anatomi dan biokimia aku tidak bisa ditur. apa itu cinta? ah aku tidak mengerti.

Cinta, benar kata cu pat kai. jika kamu adalah penderitaan yang tiada akhirnya. kamu itu sangat kontradiktif. katanya kamu itu menyenangkan, tapi katanya juga kamu membuat nafsu makan hilang? apakah aku yang diet ini termasuk sedang jatuh cinta? atau sekedar menghilangkan kadar lemak dalam tubuhku? ah lagi dan lagi aku dibuat bingung.

ya sudah, semoga kamu bisa singgah diwaktu yang tepat. semoga saat kamu datang lagi nanti, kamu sudah memberi kabar. setidaknya aku sudah menyiapkan roti rasa kelapa dengan teh manis hangat. ketimbang kamu aku diamkan seperti ini sekarang.

selamat pagi cinta.


Read More..

Cinta tak bersuara

Posted by Faris Febriza Sabtu, 09 Januari 2016 1 komentar
tanggal delapan bulan satu tahun dua ribu lima belas.

ya, gue gak tau kenapa gue merasakan hal ini dan gue gak tau kenapa gue merasakan hal yang sudah lama sekali gak gue rasakan.

ya,kayaknya gue terjebak dalam sebua petualangan cinta dalam diam. ya ya ya seperti yang sudah-sudah. hanya bisa melihat dari jauh dan cukup tersenyum dalam hati dengan muka yang tidak perduli. haha lucu sekali perasaan ini.

Ya, seperti virus merah jambu lainnya. Gue jadi bukan gue yang biasanya. ya, gue jadi gak biasa dari kebiasaan gue #lha

sekarang gue lagi mendengarkan radio dan dengan harapan semu gue berharap dia juga lagi denger radio dengan channel yang gue dengar haha, itu kayak berharap dengan perbandingan 1;1000000000 (tak terbatas) dan gue nitip salam lewat radio, macam orang zaman dulu menyampaikan salam lewat siaran radio hahaha.

ya gue harap ini semuanya kembali normal, ya mungkin kalau memang ini oss costae gue yang hilang mungkin nanti setelah nama gue jadi ada gelar "dr" dan  gue coba langsung ajak buat nikah. ya ini ide gila. kenapa tidak? haaha!

Oke, radio masih memutarkan lagu-lagu melow, dan gak terasa membuat gue berkhayal dan gue berkahyal ketika sudah wisuda.

nah pertama, setelah gue selesai wisuda tuh, kan ada bokapnya. ya gue langsung datang samaperin

"Assalamu'alaikum pak, apakah anak bapak sudah ada yang menyunting? bila belum ada bolehkan laki-laki yang menyunting anak bapak adalah saya?"

bapaknya kemudia menjawab

"Wa'alaikumsalam. maaf anak muda, namun dua minggu lagi anak saya sudah ingin melaksanakan pernikahannya"

duaaar! mimpi gue hancur, ibarat gue dari planet Mars, gue di lontarkan ke bumi dengan kapal supersonic tanpa safetybelt dan tanpa oxygen dan gak tau mau mendarat dimana :(((

dan gue jawab

"Ternyata saya telah, baiklah kalau begitu. sampaikan saja salam saya ya pak untuk putri bapak. bilang saja saya suka dia mulai dari bangku perkuliahan blok satu atas nama Jendra BEKER"

dan dia datang dengan bunga yang dia dapat saat wisuda tadi bertuliskan 

"selamat atas gelar dokternya ya my future wife"

gue cuma lewat, terus senyum bahagia melihat kita yang dulu satu kelas, setidaknya bisa dalam satu gedung untuk bersama meraih mimpi kita dan mungkin mata gue mulai berkaca-kaca dan gue menyesal kenapa gak gue utarakan dari jauh-jauh hari. ya, semuanya tinggalah penyesalan. ya, apa daya ini sudah terjadi. 

dan dia menghampir ayahnya dengan senyumnya yang canti itu
"Ayah, lihat! aku sudah mendapatkannya aku sudah wisuda yah!" (sambil memeluk ayahnya dan mulai meneteskan air mata bahagia)

dan ayahnya pun berkata
"selamat bidadari kecilku atas gelar dokter yang sudah kamu dapatkan, ayah sangat bangga denganmu. Ayah rasa tugas sebagai perisai kamu segera berakhir. dua minggu lagi, ada perisai baru yang sudah akan melindungimu. ayah harap, kamu tidak pernah melupakan perisai tua ini ya nak." Sambil memeluk putrinya sambil menangis amat bahagia

dan sang ayah melihat gue duduk termenung di pojok ruangan sambil memegang sertifakat gelar dokter dengan aura kesedihan yang luar biasa.

Lalu, sang ayah bertanya
"wahai putriku, kamu kenal dengan laki-laki yang sedang duduk termenung disana?"

lalu putrinya menjawab

"Iya Ayah, akau amat mengenalinya, ia adalah teman satu kelasku dulu. ia adalah anak yang tidak bisa diam, tidak banyak disukai orang-orang. dia punya sifat tersendiri. tapi, ia laki-laki baik yang sering mengajariku dalam beberapa pelajaran saat kuliah dulu dan dia adalah laki-laki yang tidak bisa ditebak sifatnya terhadapku. terkadang ia tak pernah menyapa, bahkan tersenyum pun tidak pernah. tapi, ketika aku satu kelompok dengan dia saat mengerjakan tugas kelompok, tanganku terkena semacam cairan yang membuat kulitku perih dan juga saat itu dia menemani dan membantu ku mengerjakan tugas yang berikan konsulen kepadaku sampai larut malam, padahal aku tahu ia ingin pulang saat itu. entah mengapa ia sangat perduli dengan mengambil alih pekerjaanku dan ia menyuruhku untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Namun, tetap sifat dinginnya terhadap aku tidak bisa ditutupi. ah, mungkin dia tidak suka dengan aku makanya dia bersifat dingin seperti itu."

sang ayah pun mendengarkan cerita putrinya dengan seksama dan mulai berpikir sejenak.

lalu, sang ayah berucap kepada putrinya
"jadi seperti itu, ya sudah kamu lanjutkan saja acaramu dengan temanmu yang lain, ayah mau menghampiri laki-laki itu dahulu"

putrinya menjawab sambil terheran, untuk apa ayahnya menghampir laki-laki itu. kenal saja tidak.

"baik yah, aku ke sana dulu ya."

dan ayah putri ini menghampiri gue yang lagi duduk.

"wahai pemuda, bolehkah saya duduk disitu?"

"oh, iya tentu boleh pak."

"saya mendengarkan sedikit cerita tentang kamu dari anak saya, kamu sudah menyukai putri saya sudah sejak lama"

"iya om, sudah sangat lama. kira-kira 5,5 tahun yang lalu saya sudah menyukai putri bapak,mungkin sampai hari ini juga seperti itu"

"lalu, kenapa kamu bersikap dingin kepada putri saya? ia bilang kamu sangat dingin kepada anak saya, bahkan tersenyumpun tidak mau"

gue pun menghela nafas panjang sambil memejamkan mata gue

"iya om, saya cuma takut putri bapak mengetahui saya menyukainya. saya tidak ingin ada yang tahu, apa lagi satu anak kelas mengetahui. mungkin jika mereka tahu. ini akan menjadi bahan olok-olokan dikelas dan saya tidak mau anak bapak dipermalukan. jadi, perasaan ini saya simpan sampai hari ini.
saya bukan tidak mau menyapa. ingin rasanya menyapa, namun saat putri bapak lewat saya hanya menjadi sikap dan saya tersenyum dalam hati dan terkadang saya menjadi orang yang sok pinter ketika praktikum untuk bisa membagikan ilmu saya kepada putri bapak, yang padahal saya belum mengtahui itu. namun, ya inilah prinsip dalam hidup saya untuk tidak ingin berpacaran."

"Kamu, anak muda yang baik nak. percayalah kamu akan mendapatkan yang baik pula" sambil menepuk pundak gue

"Pak, saya minta tolong. jangan beritahukan semua ini kepada dia. saya tidak ingin ia tahu dan saya hanya ingin bapak yang  tahu. Saya, tidak ingin hubungan perteman ini menjadi tidak berlangsung secara normal"

"baiklah nak, saya akan merahasiakan ini kepada putri saya"

"pak, saya saya ada satu permintaan lagi. apakah diizinkan?"

"ya, bilang saja."

"maukah bapak mengundang saya ke pernikahan putri bapak? saya ingin melihat ia tersenyum bahagia bersama orang yang ia sayangi"

"apa itu tidak membuatmu terluka dan membuatmu sakit hati?"

"tidak pak, saya justru sangat senang. teramat senang, melihat laki-laki itu bisa bersanding dengan putri bapak, mungkin hari itu saya akan memakai pakaian terapih dan terbagus yang saya punya"

"baiklah nak, saya akan berusaha memasukan namamu dalam tamu undangan"

"Terima kasih banyak ya pak"

Andai saja waktu bisa terulang, dan gue tidak terlambat mungkin satu minggu lagi gue yang bersanding dengan dia. tapi, ini rencana Allah pasti lebih baik dari keinginan hambanya dan Ia paling tahu mana yang terbaik untuk hambanya. semoga rasa ini segera sirna seiring harapan yang sudah pupus ini dan semoga semua ini hanya mimpi disiang bolong. 

"Ya, sudah bapak kesana ya."

"baik pa"

gue lihat ayah dan putrinya sedang bercakap-cakap. Tapi, entahlah apa yang ia bicarakan.

tak terasa wisuda sudah selesai. ayah dan putrinya pun sudah mulai pergi dan gue cuma bisa melihat dengan air mata yang mulai turun dengan segudang penyesalan.

dan gue pulang dengan sebuah kebanggaan dan sebuah kesedihan.

(3hari berlalu)

Ada notif di line, ternyata itu chat dari dia

"Hai, sabtu esok aku akan menikah. ayah menyuruhku untuk mengundangmu"

"Wih, selamat ya kamu akan menikah. aku sangat senang mendengarnya hehehe, jangan lupa makanannya yang enak ya wkwkw"

dan dia mengirimkan menuliskan jadwal acara dan lokasi pernikahannya

"ini alamat dan tanggalnya, jangan telat dan kesasar ya hehe"

"Tenang, kalau bisa gue nginep di gedungnya biar gue nggak telat!"
"gak gitu juga kali.. kamu kapan nikah?"

jreeeng! gue kayak lagi naik histeria di dufan, jantung gue mau copot denger ini dan perasaan gue campur aduk

"wkwkwk gue mah udah ada, tadinya... tapi belum jodoh heheheh"

gue balas dengan pesan yang becanda

"ohaha, ya sudah. datang ya sabtu esok. see you :)"

"oke"

gue mulai berbaring sambil menatap langit-langit dan gue berusaha menguatkan hati gue sendiri. dengan perasaan yang campur aduk dengan semua penyesalan dan dengan semua ketidak beraniaann.

(sabtu telah tiba)

gue sudah siap, dan gue berangkat menggunakan ojek online karena takut macet kalau gue naik mobil.
gue sudah digedung, dan terlihat nama dia dan pasangannya di janur kuning dan gue mencoba untuk mengatur mood gue biar tidak hancur.
dan karena gue gak mau telat sedikitpun, gue sudah datang 2 jam sebelum acara dimulai.

disini masihs sangat sepi, hanya terlihat pegawai gedung yang sedang memindahkan makan dan sedikit membuat dekorasi.
gue duduk di bangku diluar gedung yang sudah disediakan. dan jas berdasi merah dengan sepatu wingtip andalan gue.

gue melihat ada mobil sedang putih berhenti di depan gedung, dan keluar sesosok laki-laki yang sangat rapih dengan perawakan tinggi putih dan dengan wajah tampan
dan gue yakin ini calon suaminya

dalam hati gue cuma berucap
"Tuhan memang adil ya, yang cantik dipasangkan dengan yang ganteng. ya, gue turut senang dia mendapatkan laki-laki yang sesui dengannya" gue cuma melihat laki-laki ini berjalan memasuki gedung dengan perempuan yang membawa tas makeup.

dan setengah jam berlalu, dan gue mulai bosen. gue buka hp dan membaca isi beranda di line, ternyata dia buat status
"Happy ending"

dan gue tau maksudnya apa. gue like deh postingannya

dan gue chat dia
"gue udah digedung nih wkwkw, sesuai janji gue buat gak telah"

dan ternyata cuma di read saja.

15 menit berselang mobil sedan merah berhenti di depan gedung, dan keluarlah sosok cewek dengan kebaya

aduh, itu cantik banget! gue gak pernah liat dia secantik ini sekali, dan gue bangun dari kursi duduk dengan melambaikan tangan.

"haaaai" sapa gue 

"Oh hai, rajin banget sudah datang"
"oh, iya dong. gue kan gak mau kehabisan makanannya"

gue cuma bisa menatap wajahnya yang terlihat sangat senang saat itu, dan gue dikagetkan dengan tepukan pundak

"yaudah, gue masuk dulu ya. mau siap-siap"

"oh, oke"

tamu-tamu mulai berdatangan dan gue melihat ayahnya datang dengan ibunya dan mungkin dengan keluarga besarnya.
gue cuma melihat saja.

dan acara pelaksaan ikrar segera dimulai, dan semua tamu undangan diharap masuk ke dalam.
perasaan gue mulai berantakan, saat gue masuk terlihat sepadang calon suami-istri yang sedang bersiap-siap menghalalkan hubungannya. gue berusaha untuk tidak menitikan air mata, dan gue mengambil tempat duduk yang bisa menatap wajahnya.
Gue mulai keringat dingin, gue tremor(gemeteran) detang jantung gue cepat banget, badan gue jadi panas. Gue rasa gue gak bisa di sini, ini bisa membuat gue jauh lebih sakit. gue berpikir untuk tidak disini dan kembali pulang. tapi, gue tetap memantapkan niat untuk tetap menyaksikannya.

penghulu pun sudah melafalkan ikrar. dan terdengar para saksi berkata

"SAH!"

"Alhamdulillah"

gue pun gak bisa menahan air mata ini lebih lama, gue kemudian keluar sambil berlari-lari kecil. gue nangis saat itu. tangis penyesalan, wanita yang gue suka sejak dulu ternyata sudah menjadi istri laki-laki lain. gue menyesal dengan sangat karena kenapa gue gak mengutarakan dari dahulu,
gue benar-benar hancur setelah itu.

Gue hampir lupa, senangnya kemarin sudah wisuda atas gelar dokter gue. semuanya seperti hampa.
dan sejak saat itu gue gak pernah lagi berkomunikasi dengan dia dan mulai saat itu gue mencoba mengiklaskan semuanya. Gue mencoba bangun dari rasa penyesalan ini.

dan gue gak mau ini menjadi suatu penghambat dalam hidup gue.
.
.
.
.
.
.
.
.

Itu ternyata hanya khayalan gue saja. Mungkin gue harus memberi tahunya secepat mungkin tentang apa yang gue rasa mungkin hanya sekedar membuat komitmen untuk saling menunggu.
dan gue kembali mendengarkan channel radio kesukaan gue.

Ternyata hari sudah pagi, seperti biasa gue berangkat menuju kampus. gue masuk kelas, dan gue tetap menjadi pengagum rahasia yang profesional dan gue tetap menjadi gue.


(Cerita ini hanya fiktif, eh beneran kali. Gak tau juga sih tapi) wkwkw





Ask.Fm/FebrizaOfficial


Read More..