Khayal
Sabtu, 07 Desember 2013
7
komentar
Kini hujan mulai turun perlahan, sinar mentari terlihat samar-samar tapi wajahnya dan senyumannya kian terbayang diantara bulir rintik hujan yang turun di sore ini. Indah, iya memang indah ciptaanMu yang satu ini. Tak lepas hariku untuk melihat senyumnya, tak ayal angan ini mulai berontak, memaksaku untuk mewujudkannya, tapi apa daya. Tak banyak yang bisa aku lakukan selain duduk manis memandang bintang yang selalu terselip nanamnya.
Malam ini aku tanya bintang dan bulan. Tapi, mereka tak menjawab seaakan ragu ingin memberi tahu. Kenyataan yang harus Aku terima tak sebanding dengan apa yang aku pikirkan. Betapa hancur kenyataan yang aku terima, Betapa pahit rasanya. Tak ingin aku berada di dalam kehidupan nyata. Aku lebih senang di dalam angan dan khayalku.
Memang benar, dahulu memanglah dahulu tak akan pernah bisa kembali. Lalu tetaplah berlalu tak perduli aku menginginkan itu kembali kehadapanku. Sekarang aku mulai berdoa untuknya. Tapi, bukan doa untuk tetap bersamannya melainkan doa untuk bisa menghapuskan dia dalam ingatanku. Rasa ini rasa yang salah, tak seharusnya aku terus terjebak dalam khayalan masa lalu. Khayalan yang terus membuaiku yang membuatku terlena bahwa itu akan menjadi nyata.Aku mendapatkannya sekarang. Mendapatkan jawaban dari khayalanku selama ini. Mungkin benar aku harus tetap berlari bukannya menunggumu yang terus berlari kencang pergi meninggalkanku sejauh mungkin hingga tak mungkin aku melihat.
Aku merasakan apa yang ada di dalam lagu ini
Setiap ku melihatmuKu terasa di hatiKau punya segalanyaYang aku impikan
(*)Dan anganku tak hentiBersajak tentang bayangmuWalau kutahuKau tak pernah anggapku ada
Reff:Ku tak bisa menggapaimuTakkan pernah bisaWalau sudah letihAku tak mungkin lepas lagiKau hanya mimpi bagikuTak untuk jadi nyataDan sgala rasa buatmuHarus padam dan berakhir
Kembali ke: (*), Reff
Kan selaluKu rasa hadirmuAntara ada dan tiada
Dan anganku tak henti tentang kamu, Bersajak tentang bayangmu, Walau kutahu ,Kau tak pernah anggapku ada. Dan kini segala rasa buatmu harus aku padam dan aku akhiri.
Tapi, terimakasih telah mengisi lamunan dan kosongnya pikirannku selama ini.
Pujangga Neptunus
@FarisFebriza
7 komentar:
Jangan lupa komennya ya :) kalau bisa share hehe
keren, pasti buat kerudung manis ya ris. Semoga khayalnya menjadi nyata.
haha kan udah gak ngarepin lagi
yakin gak ngarepin? hha
untuk hari ini sih nggak, nggak tau deh besok wkwkw
bisa gitu ya
Wkwkwk
Posting Komentar